Pada Selasa, 27 Januari 2026, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang melibatkan PT Pertamina (Persero) dan sejumlah terdakwa terhadap persidangan ahok.
Persidangan Ahok Dan Peran
Ahok, yang pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina periode 2019–2024, di minta memberikan keterangan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan ahok tersebut. Kasus ini melibatkan sembilan terdakwa dari berbagai level direksi dan mitra bisnis Pertamina. Dan dalam dakwaan di sebutkan adanya kerugian negara yang sangat besar mencapai triliunan rupiah.
Dalam kesempatan itu, Ahok menyatakan bahwa dirinya akan menyampaikan keterangan apa adanya, membawa data yang tersimpan dalam perangkat digitalnya untuk mendukung kesaksian.
Komentar Tentang Golf Sebagai Tempat Negosiasi Persidangan Ahok
Salah satu momen yang menjadi sorotan di persidangan Ahok di minta menjelaskan soal pertemuan antara jajaran direksi. Pertamina dengan pihak eksternal di luar lingkungan kantor. Dalam jawabannya, ia menyebut bahwa golf menjadi semacam arena negosiasi yang murah dan ‘sehat’, terutama di bandingkan dengan alternatif seperti klub malam atau aktivitas lain.
Menurut Ahok, ketika ia pertama kali masuk ke Pertamina, ia tidak menyukai golf dan bahkan sempat melarang bawahannya bermain golf saat menjadi gubernur. Namun, ia harus belajar golf demi bisa berinteraksi dengan mitra dari perusahaan minyak internasional seperti Chevron dan Exxon. Karena permainan tersebut sering di gunakan sebagai momen pendekatan dan negosiasi bisnis. Golf, menurutnya, adalah cara bernegosiasi yang “murah dan sehat”, sekaligus memberi kesempatan berdiskusi sambil bergerak di luar ruang rapat formal.
FAQ – Sidang Ahok
1. Apa sebenarnya kasus yang sedang di sidangkan?
Kasus ini adalah dugaan Ahok korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina, termasuk praktik pengadaan atau pengelolaan aset yang di duga merugikan negara. Kasusnya cukup besar dan melibatkan banyak terdakwa dari jajaran internal dan mitra perusahaan.
2. Apakah Ahok menjadi terdakwa?
Tidak. Dalam persidangan Ahok hadir sebagai saksi, bukan terdakwa. Statusnya adalah memberikan keterangan atas apa yang ia ketahui selama masa jabatannya.
3. Apa maksud Ahok dengan mengatakan golf sebagai tempat negosiasi paling murah?
Ahok mengakui bahwa dalam lingkungan bisnis minyak. Pertemuan santai seperti bermain golf sering di pakai untuk berdialog dan membangun hubungan dengan mitra bisnis. Ia mengatakan bahwa itu merupakan cara yang lebih efisien dan lebih murah di banding mengadakan pertemuan di tempat lain yang lebih “mewah” atau mahal.
4. Apa relevansi komentar tentang golf dengan kasus korupsi?
Komentar tersebut bukan berarti golf sendiri menjadi praktik korupsi; melainkan Ahok menjelaskan konteks budaya dan gaya komunikasi dalam dunia bisnis energi, sekaligus menunjukkan bahwa pertemuan semacam ini biasa di lakukan dalam negosiasi industri.
5. Bagaimana sikap Ahok di persidangan?
Ahok mengatakan ia akan menyampaikan keterangan apa adanya, tanpa persiapan khusus kecuali data yang ia bawa dalam ponsel. Ia tampil kooperatif sebagai saksi.
Kesimpulan
Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang, Pertamina menjadi sorotan publik karena melibatkan kerugian negara yang sangat besar dan sejumlah figur penting di sektor energi. Dalam sidang tersebut, Ahok berperan sebagai saksi yang memberikan perspektifnya atas proses internal selama masa jabatannya. Salah satu hal yang menarik perhatian media adalah komentarnya tentang golf sebagai ”tempat negosiasi paling murah”, yang mencerminkan budaya negosiasi bisnis di industri minyak.





