Beranda / Tak Berkategori / Operasi Tim SAR Longsor Cisarua Berakhir, 20 Korban Masih Dinyatakan Hilang

Operasi Tim SAR Longsor Cisarua Berakhir, 20 Korban Masih Dinyatakan Hilang

BANDUNG BARAT, Indonesia — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk korban bencana tanah longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat resmi ditutup setelah 22 hari pelaksanaan.

Upaya SAR yang dimulai sejak 24 Januari 2026 berakhir pada 13 Februari 2026, setelah dilakukan evaluasi menyeluruh oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim gabungan. Keputusan penghentian operasi diambil berdasarkan pertimbangan aspek teknis, efektivitas pencarian, serta keselamatan personel di lapangan.

Hasil Operasi SAR Korban Longsor Cisarua

Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan berhasil:

  • Mengevakuasi 101 kantong jenazah korban longsor dari lokasi bencana.

  • Menyerahkan jenazah kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.

  • Mengidentifikasi ratusan jenazah yang di temukan dengan bantuan data antemortem dan pemeriksaan forensik.

Namun, meskipun upaya maksimal telah dilakukan, hingga penutupan operasi masih terdapat 20 jiwa yang belum ditemukan atau di nyatakan hilang.

Reaksi Dan Penghormatan Korban Longsor Cisarua

Basarnas menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serta permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama pelaksanaan operasi masih terdapat kekurangan. Pernyataan ini di ungkapkan sebagai bentuk empati karena tidak semua keluarga menerima berita duka.

Selain itu, pemerintah desa bersama perwakilan tim SAR sudah melakukan mediasi dan komunikasi dengan keluarga korban yang masih menunggu kabar.

Tantangan Selama Operasi Korban Longsor Cisarua

Tim SAR menghadapi berbagai kendala teknis selama pencarian, antara lain:

  • Medan longsor yang luas dan bervariasi, membuat pencarian menjadi sulit.

  • Kondisi tanah yang labil dan risiko longsor susulan, yang berpotensi membahayakan petugas.

  • Cuaca dan faktor alam lain, yang memperlambat proses pencarian di beberapa titik.

Basarnas menyatakan siap kembali melakukan pencarian secara terbatas jika muncul informasi baru yang kredibel di lapangan.

FAQ

1. Apa penyebab penghentian operasi SAR Cisarua?
Penghentian operasi di lakukan setelah evaluasi teknis dan pertimbangan keselamatan, serta karena sudah di lakukan pencarian maksimal dalam masa 22 hari.

2. Berapa total korban yang berhasil di temukan?
Tim SAR mengevakuasi 101 kantong jenazah dari lokasi longsor, yang kemudian di serahkan kepada tim DVI untuk identifikasi lanjut.

3. Apakah pencarian akan di lanjutkan lagi?
Jika ada informasi baru dan kredibel dari lapangan, Basarnas menyatakan siap membuka penanganan lanjutan secara terbatas.

4. Berapa korban yang masih hilang?
Hingga pengakhiran operasi, 20 jiwa masih belum di temukan dan di nyatakan hilang.

5. Siapa yang terlibat dalam upaya SAR ini?
Operasi SAR melibatkan personel dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta instansi dan masyarakat yang membantu proses evakuasi dan pencarian.

Kesimpulan

  • Operasi SAR longsor Cisarua telah resmi berakhir setelah 22 hari pencarian.

  • 101 jenazah korban telah ditemukan dan sebagian besar sudah di identifikasi melalui proses forensik.

  • 20 orang korban masih belum di temukan, namun tim SAR siap melanjutkan pencarian bila ada informasi baru yang dapat membantu.

  • Faktor medan, cuaca, dan kondisi tanah yang tidak stabil menjadi tantangan terbesar selama operasi berlangsung.

  • Pemerintah, Basarnas, dan keluarga korban terus berupaya memberikan kepastian dan dukungan kepada masyarakat terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *